
Bermain memberi kesempatan anak melatih bahasa, gerak, pemecahan masalah, kreativitas, dan keterampilan sosial.
Bermain adalah cara alami anak belajar. Ketika menyusun balok, berpura-pura memasak, berlari, atau berbicara dengan teman, anak sedang menghubungkan pengalaman baru dengan kemampuan yang sudah dimiliki.
Pilih permainan sesuai tahap perkembangan
- Permainan sensorik untuk mengenal tekstur, bentuk, warna, dan suara.
- Balok dan puzzle untuk melatih koordinasi serta pemecahan masalah.
- Bermain peran untuk mengembangkan bahasa, empati, dan imajinasi.
- Aktivitas luar ruang untuk melatih kekuatan, keseimbangan, dan keberanian.
Peran orang tua
Ikuti minat anak, ajukan pertanyaan terbuka, dan berikan waktu agar anak mencoba sendiri. Tidak semua permainan membutuhkan alat mahal; kardus, sendok kayu, kertas, dan benda rumah tangga yang aman dapat menjadi media bermain.
Jaga keamanan
Sesuaikan ukuran mainan dengan usia, awasi aktivitas yang melibatkan air atau ketinggian, dan hentikan permainan bila alat rusak. Waktu layar sebaiknya tidak menggantikan interaksi langsung, tidur, dan aktivitas fisik.
